Tampilkan postingan dengan label Kimia Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2010

Pencemaran Tanah

Pencemaran Tanah

Pencemaran yang terjadi pada lingkungan tanah yang menyebabkan tanah menjadi kurang produktif disamping itu juga mungkin terjadi kekeringan, akibat pencemaran ini tumbuh-tumbuhan jadi kurang sempurna pertumbuhannya dan makhluk hidup dalam tanah tidak dapat berkembang biak dengan semestinya.

Penyebab terjadinya pencemaran tanah:
Limbah plastik
Umumnya plastik tidak dapat dibiodegrasi (diurai oleh mikroorganisme dalam tanah) sehingga akan menjadi pencemar dalam tanah.

Limbah pertanian
Limbah ini ada apabila zat-zat kimia dalam pupuk buatan terlalu banyak terdapat dalam tanah, sehingga tanah tidak menjadi subur tetapi justru rusak.


Oleh karenanya pemakaian pupuk harus dilakukan dengan bijaksana.

Limbah logam
Seperti halnya plastik, logam pun tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dalam jumlah yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya pencemaran tanah.

(sumber: buku "Panduan Kimia Praktis SMA"))

Read More..

Minggu, 21 Februari 2010

Pencemaran Air

Pencemaran Air
Pencemaran terjadi karena dalam air terdapat zat-zat yang dapat mengganggu kehidupan makhluk. Penyebabnya dapat berasal dari limbah rumah tangga (misal: pembuangan detergent yang tidak semestinya) atau juga berasal dari limbah industri (misal: zat pewarna dan raksa).

1. Air Bersih
Syarat air bersih:
- Jernih tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa
- Mempunyai pH sekitar 7 atau netral
- Tidak mengandung zat0zat yang mengganggu kehidupan makhluk
- Mengandung oksigen terlarut lebih dari 5 bpj
- Mempunyai BOD (Biochemical Oxygen Demand = kebutuhan oksigen mikroorganisme yang merugikan seperti bakteri) kurang dari 1 bpj
- Tidak mengandung ion-ion yang merugikan makhluk hidup


2. Penyebab terjadinya pencemaran air
Air Sadah
Adalah air yang mengandung ion kalsium (Ca2+) dan atau ion magnesium (Mg2+)


a. Air sadah sementara
adalah air yang mengandung garam hidrokarbonat seperti : Ca(HCO3)2 dan atau Mg(HCO3)2.

- Air sadah sementara dapat dihilangkan kesadahannya dengan cara memanaskan air tersebut sehingga garam karbonatnya mengendap.

- Selain dengan memanaskan air sadah sementara juga dapat dihilangkan dengan mereaksikan larutan yang mengandung Ca(HCO3)2 atau Mg(HCO3)2 dengan kapur(Ca(OH)2)


b. Air sadah tetap
adalah air yang mengandung garam sulfat (CaSO4 atau MgSO4).
Kadang juga mengandung garam klorida (CaCl2 atau MgCl2).

Air sadah tetap dapat dihilangkan kesadahannya dengan cara:
- Mereaksikan dengan soda Na2CO3 dan kapur Ca(OH)2, supaya terbentuk endapan garam karbonat dan atau hidroksida.
- Proses Zeolit.
Dengan natrium zeolit (suatu silikat) maka kedudukan natrium akan digantikan ion kalsium dan ion magnesium menjadi magnesium atau kalsium zeolit.

Kerugian yang ditimbulkan oleh air sadah:
- Dalam rumah tangga kerugiannya berupa pemborosan sabun karena sabun tidak akan berbusa jika ion Ca2+ dan ion Mg2+ tidak diendapkan terlebih dahulu.
- Timbul kerak pada alat memasak atau ketel sehingga terjadi pendidihan dengan waktu yang lebih lama, yang mengakibatkan pemborosan bahan bakar.
- Menyebabkan penyumbatan pada pipa air dan juga pipa pada radiator.
- Jika dikonsumsi maka akan menyebabkan penumpukan logam-logam tersebut dalam tubuh kita, sehingga kesehatan kita terancam.


Raksa
Raksa adalah unsur logam yang pada suhu ruang berwujud cair dan sifatnya sangat reaktif. Logam ini dapat menjadi zat pencemar apabila berada dalam air, hal ini disebabkan karena wujudnya cair sehingga dapat bercampur dengan air dan susah untuk dipisahkan walaupun mempunyai massa jenis berbeda dengan air.

Apabila unsur ini berada dalam air dan kemudian termakan oleh ikan, dan jika ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia, maka akan sangat merugikan. Seperti contoh yang terjadi di Minamata (Jepang) dan Buyat (Sulawesi Utara).

(sumber: buku "panduan kimia praktis sma")


Read More..

Pencemaran Udara

Zat-zat yang mungkin menjadi pencemar udara

a. Oksida Karbon
Karbon Monoksida (CO)
Sifat CO:
- Tidak berwarna dan tidak berbau
- Dapat terbakar dengan warna nyala biru
- Sangat mudah mengikat hemoglobin

Sumber CO:
Dari pembakaran bahan bakar yang kurang sempurna

Bila jumlah melebihi ambang batas:
- Menyebabkan sesak napas
- Menyebabkan oksigen dalam darah yang berfungsi untuk pembakaran berkurang karena Hemoglobin lebih mudah mengikat CO daripada O2
- Menyebabkan keracunan sampai pada kematian






Karbon Dioksida (CO2)
Sifat CO2:
- Tidak berwarna tidak berbau
- Tidak dapat terbakar
- Meningkatkan suhu bumi

Sumber CO2:
Dari pembakaran, pernapasan, pembusukan

Kegunaan CO2:
Fotosintesis pada tumbuhan, minuman ringan, CO2 padat (es kering) untuk campuran pendingin pada hujan buatan

Bila jumlah melebihi ambang batas:
Menyebabkan pemanasan global yang berakibat mencairkan es di kutub sehingga menyebabkan kenaikan permukaan laut



b. Oksida Belerang
Oksida belerang adalah SO2 dan SO3 yang umumnya mempunyai sifat sama. Oleh karena itu pembahasannya kita jadikan satu.

Sifat SO2 dan SO3:
- Tidak berwarna dan berbau tajam (SO2)
- Berwarna putih (SO3)

Sumber SO2 dan SO3:
Dari pembakaran pada industri logam, pembakaran batu bara

Kegunaan SO2 dan SO3:
Pembuatan asam sulfat, pemutih dan sebagai reduktor

Bila jumlah melebihi ambang batas:
- Menyebabkan hujan asam yang merusak tumbuhan dan menimbulkan korosi
- Menyebabkan sakit bila terhisap melalui pernapasan dan dapat merusak jaringan tubuh



c. Oksida Nitrogen
Nitrogen Monoksida (NO)
Sifat NO:
- Tidak berwarna
- Kurang stabil

Sumber NO:
Dari pembakaran pada suhu tinggi, terjadinya kilat

Bila jumlah melebihi ambang batas:
Bertindak sebagai katalisator dalam penguraian ozon



Nitrogen Dioksida (NO2)
Sifat NO2:


- Berupa gas berwarna coklat
- Berubah menjadi gas N2O4 (tidak berwarna) bila didinginkan


Sumber NO2:
Dari pembakaran gas nitrogen monoksida

Kegunaan NO2:
Sebagai oksidator dan zat titrasi

Bila jumlah melebihi ambang batas:
- Merusak paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan yang bersifat kronis
- Bertindak sebagai katalisator dalam penguraian ozon
- Campurannya dengan NO menyebabkan asap kabut


Dinitrogen Monoksida (N2O)
Sifat N2O:
- Tidak berwarna dan rasanya manis
- Tidak bisa terbakar
- Bersifat labil di toposfer
- Dapat terurai menjadi NO di lapisan stratosfer, dengan bantuan ultraviolet

Sumber N2O:
Dari pembakaran hutan dan minyak dari fosil

Kegunaan N2O;
Pembuatan asam sulfat, pemutih, dan sebagai reduktor

Bila jumlah melebihi ambang batas:
Menyebabkan kenaikan suhu bumi


d. Timbal
Sifat:
- Berwarna putih kebiruan, mengkilap, dan lembek sehingga mudah ditempa
- Penghantar listrik yang buruk
- Tahan karat, tahan asam, dan tahan radiasi
- Bereaksi dengan basa kuat

Sumber:
- Dari mineral galena (PbS), anglesit (PbSO4), kerusit (PbCO3)
- Juga ditemukan dalam keadaan bebas

Kegunaan:
- Pembungkus kabel
- Komponen aki
- Penyerap suara
- Bahan tambahan untuk bahan bakar dalam senyawa TEL (tetra etil lead)

Bila jumlah melebihi ambang batas:
Bersifat racun dan menyebabkan kerusakan otak dan kelumpuhan

(sumber: buku "panduan kimia praktis sma")








Read More..